Posts

Sampingan Kembalinya Seorang Petualang

TL : Kata adventure sudah diganti pakai petualang ---------------------------------------------- “Sialan!” Sekumpulan Elroe randanel dan seekor Elroe baladorado menghalangi jalan kami, jadi kita harus mengurusi mereka dahulu. Hanya ketika kami mulai berpikir sedang mengejar taratect itu, gangguan ini tiba tiba muncul. Kami beruntung bisa mengalahkan baladorado dengan cukup mudah ketika dia sedang bertarung melawan randanel, tapi taratect itu berhasil kabur ketika kamu sedang sibuk. “Apa yang harus kita lakukan sekarang?” “Aku pikir kita tidak punya banyak pilihan lain selain mundur. Kita sudah tidak bisa mengejarnya lagi.” “Kamu benar. Kita akan kembali dan melaporkan ini ke guild petualang.” Aku mengangguk ke rekan rekanku. Dilihat dari ukurannya, dia mungkin masih cukup muda. Tapi dia bisa kabur dari kami sangat cepat. Itu jelas bukan kecepatan yang biasa. Monster kelas bawah seperti taratect harusnya tidak bisa bergerak secepat itu. Jelas, sosok ini tidak seperti yang biasanya. Jika...

(8) Jatuh

Image
--------------------------------------- Aku mengecek seberapa banyak HPku yang tersisa. Bar hijaunya tersisa sedikit sekali. Aku hampir mati. Tergantung di benangku. Bagaimana caraku bisa hidup? Aku tak tahu. Bagaimana bisa jadi seperti ini? Bahkan setelah aku berevolusi, aku masih bergantung ke serangan kejutan, seperti biasa. Aku naik dari level 1 ke level 2 secepat kilat. Tampaknya, jumlah EXP yang kubutuhkan untuk naik level tidak diakumulasikan. Karena aku telah berevolusi dan naik level, aku pikir ini waktu yang bagus untuk mengembangkan taktik baru dan mendapatkan skill baru dengan skill point. Sepertinya aku telah mengumpulkan jumlah point yang cukup, jadi aku bisa mendapat dua skill. Yang pertama Thread Control. Seperti namanya, ini memberiku kesempatan untuk memanipulasi benangku. Dengan MP dikonsumsi saat menggunakannya, aku bisa menggerakkan benang ku sesuai keinginan. Ini adalah kekuatan luar biasa yang cocok untukku, karena benang laba laba adalah senjata utamaku. Tetapi,...

Chapter 2 IseMahou

Mimpi Indah itu Pasti Berasal Dari Tempat Ini Dia bisa mendengar sebuah suara. Suara anak kecil. “Lenyap, lenyap…” Suara teriak yang menunjukkan penolakan. Membawa ke putus asaan yang ditujukan ke seluruh dunia dan yang ada didalamnya. Terpikat dengan gema suara kesedihan, dia membuka mata dan melihat kedepan. Dia melihat sosok yang samar samar, seolah olah dikaburkan oleh sebuah kabut panas. “Terbakar. Dipukuli” Sosok kecil itu menindas dia dengan kata kata yang dilontarkan daripada dengan hal hal lain. Ciri ciri sosok kecil itu dapat dikenali. Muka kecilnya yang selalu terlihat dingin. Untuk menyembunyikan ketakutan yang tertahan didalam hati, dia lebih menunjukkan keberaniannya. Tapi itu juga muka yang sama ketika mengeluarkan air mata. Kedua mata yang meluapkan kesedihan dan kesengsaraan. Apakah dia sedang disiksa? Apakah dia sedang menyiksa…? Tidak, dia yang sedang tersiksa. Dilecehkan seperti serangga. Dicemooh dan direndahkan, ya seperti itu, sampai dia berubah menjadi sosok yan...