Posts

159 Maling > Bandit

------------------------------------------------------------ Aku berjalan di pinggiran jalan yang membentang dari desa secara sembunyi sembunyi. Tidak, jika aku bejalan di jalan terang terangan, aku akan ditemukan. Mencegah masalah yang tidak diperlukan. Ini rahasia orang dewasa untuk sukses dikehidupan. Lalu, jangan jadi pencuri? Ini dan itu berbeda. Dan, jalan raya ini terlihat berbelok belok di pegunungan dan mengarah ke pedalaman. Jika aku berjalan terus dijalan ini, aku harusnya bisa sampai di kota. Jika kota itu cukup besar, aku bisa melihat keadaan dan bertindak keras. Yah, itu hanya melihat keadaan, dan jika kupikir itu baik baik saja untuk bertindak keras disini. Sekarang, tidak ada seorangpun yang sedang lewat jalan raya. Yah, jika itu hanya desa pertanian di pinggiran bahkan itu dikelilingi gunung dan laut, karena itu pedagang bakal jarang datang kesini. Sebaliknya, bukankah jalan ini digunakan oleh penduduk desa untuk pergi ke kota mengirim hasil pertanian, dan membeli kebu...

158 Ketika kupikir itu desa nelayan, itu ternyata desa pertanian

TL : Kalau ada kritik dan saran boleh komen dibawah atau lewat FP langsung. ------------------------------------------------------ Aku berjalan menyusuri pantai berharap ada desa nelayan. Memancing? Seperti aku bisa mancing di laut yang berbahaya! Tidak, mungkin. Apa apaan laut dimana Water Dragon bisa dipancing? Yah, karena water dragon yang tertangkap itu peringkat rendah, itu masih mungkin untuk menang, tapi jika aku mengalahkannya, water dragon punya jumlah yang banyak. Aku bahkan menghindari trio Earth Dragon, jadi kumpulan Water Dragon itu bukan candaan. Laut ini lebih menakutkan daripada labirin. Perutku sudah penuh dengan water drake yang kupancing, jadi sekaran aku menyerah memancing dan mencari   desa nelayan. Desa yang ada pria yang bisa melawan Water Dragon. Tentunya, disana pasti ada pria tua yang luar biasa. Muha! Tunggu aku, pria hebat. Aku datang untuk melirikmu! Meskipun aku senang dengan hal itu, sejauh ini desa tidak terlihat. Setelah semua, aku berjalan mengikut...

157 Memancing dilaut

--------------------------------------------------------- Kulemparkan benang. Dan, kudapat ikan. Kulemparkan lagi benang. Dan, lalu ikan lagi. Apa apaan laut ini? Meskipun ini bukan tangkapan yang besar. Tapi, semuanya itu water Drake. Meskipun level mereka bermacam macam, ikan palsu yang kutangkap selalu ada skill “Water Drake”. Untuk monster laut didunia ini, skill “Water Drake” itu bawaan dari awal? Laut memang luar biasa. Ini surganya Drake. Tidak tidak. Jelas tidak. Surga tidak menyenangkan apa itu. Jika itu laut yang punya banyak drake, bukankah sulit untuk mencari ikan? Dikehidupanku sebelumnya menangkap kepiting sepertinya berbahaya, tapi disini bukankah tingkat kesulitannya lebih tinggi? Mungkin, orang yang memancing itu orang orang elit? Orang orang dari laut yang lebih kuat dari kesatria kemarin ternyata berjuang melawan drake mati matian. Pria setengah telanjang melompat ke laut dengan tombak di tangannya. Sial, itu sedikit keren. Mari cari desa nelayan setelah aku selesai ...

156 Itu laut!!

------------------------------------------------------------- Aku melihat pemandangan sunrise dari puncak gunung. Jadi, ini adalah sebuah cerita. Meskipun kupikir aku akan terkesan, tidak ada perasaan seperti itu. Seperti yang kuduga, orang akan terkesan dengan melihat pemandangan sunrise itu karena diiringi perasaan pencapaian mendaki gunung yang tinggi. Aku sudah mendaki gunung dengan santai, dan pertama tama, gunung ini tidak terlalu tinggi. Kesampingkan sunrise terlebih dahulu, ada sesuatu yang bisa dilihat dari puncak gunung. Itu laut. Pantai yang tepat untuk liburan musim panas. Gelombang yang cukup tinggi. Matahari bersinar terang. Laut. Ngomong ngomong tentang laut, itu tempat untuk kisah cinta antara pria dan wanita. Meskipun di kehidupan sebelumnya aku berpikir “Riajuu mati saja sana”, di pantai dunia ini tidak ada orang yang seperti itu. Pantai pribadi milikku. Tidak ada pilihan lain selain pergi kesana. Jadi, aku mulai turun dari gunung dan menuju ke laut. Para monster mela...